28 Januari 2013
06 November 2012
The Most Beautiful 99 Asmaul Husna
Allah SWT memilik nama-nama paling indah yang berjumlah 99 yang dikenal dengan sebutan Asmaul Husna.
Asmaul husna atau nama-nama terindah Allah SWT ini dapat kita gunakan
sebagai cara untuk mengingat Allah akan kebesaran, keagungan dan
kemuliannya dalam setiap dzikir dan doa kita.
Rasulullah bersabda “Sesungguhnya hati
itu berkarat sebagaimana besi berkarat. Cara membersihkannya adalah
dengan mengingat Allah [dzikrullah]“
Anjuran untuk berdoa menggunakan Asmaul
Husna pun telah tercermin dalam firman Allah SWT dalam surat Al-A’rof
ayat 180 yang berbunyi “Hanya milik Allah Asma-Ul Husna, maka berdoalah
kepadaNya dengan menyebut Asma-Ul Husna, dan tinggalkan orang-orang
yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti
mereka akan mendapatkan balasan terhadap apa yang telah mereka
kerjakan”.
Saya sengaja membuat tulisan ini untuk
mempermudah saya mengingat nama-nama mulia dan kebesaran Allah SWT, agar
dalam setiap doa dan munajat kepada-Nya, saya dapat menyapanya dengan
nama-nama yang baik lagi mulia. Insya Allah, Allah maha mendengar lagi
maha mengetahui.
“Karena itu ingatlah kepadaKu, niscaya
Aku akan ingat kepadamu.. [Al-Baqarah : 152] “Maka apabila kamu telah
selesai shalat, ingatlah Allah di waktu berdiri,duduk dan di kala
berbaring.” [An-Nisa:103]
“Katakanlah olehmu, “Serulah Allah atau
serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kalian seru, Dia mempunyai
Al-Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik).. [Al-Isra : 110].
26 Oktober 2012
Peringatan 'Idul Qurban 1433H di Masjid Al-Mujahid
JUM’AT (26/10/2012), Umat Islam di berbagai penjuru dunia merayakan raya Idul Adha. Idul Adha juga mempunyai nama lain, hari raya Qurban. Qurban memiliki keterkaitan erat dengan keteladanan Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail AS. Dalam Quran surah Ash-Shaaffaat ayat 102, Allah mengabarkan tentang pengorbanan Nabi Ibrahim saat ia diperintahkan untuk menyembelih putra kecintaannya yang digadang-gadang menjadi penerus dakwah, seorang anak yang dinanti kelahirannya sejak lama.
Orang tua mana yang tega menyembelih darah dagingnya sendiri, kecuali dia yang tak memiliki peri kemanusiaan. Persoalannya menjadi berbeda, ketika perintah menyembelih ini datang dari Allah SWT. Sebagai bentuk ketaatan paripurna kepada Allah, Ibrahim melaksanakan perintah yang bagi sebagian orang merupakan perintah yang teramat ekstrem. Tapi dengan keyakinan bahwa Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi para hamba-Nya, Ibrahim tetap menjalankannya.
Kejadiaan di balik kisah ini menyimpan pesan moral tentang pentingnya nilai kehidupan seorang manusia sebagai khalifah di muka bumi ini.
Pelaksanaan Peringatan ‘Idul Qurban 1433H di Masjid Al-Mujahid Perum Griya Tamansari I berjalan dengan lancar. Kegiatan ini di awali dengan Takbir keliling oleh anak-anak TPA dan Remaja Masjid yang dikoordinir oleh Ade Gunawan, Sie TPA Masjid Al-Mujahid, dilanjutkan dengan takbiran di masjid pada malam menjelang 10 Dzulhijjah.
23 Oktober 2012
21 Oktober 2012
Zuhud
Zuhud
adalah salah satu akhlak utama seorang muslim. Terutama saat di
hadapannya terbentang lebar kesempatan untuk meraih dunia dengan segala
macam perbendaharaannnya. Apakah itu kekuasaan, harta, kedudukan, dan
segala fasilitas lainnya. Karenanya, zuhud adalah karakteristik dasar
yang membedakan antara seorang mukmin sejati dengan mukmin awam. Jika
tidak memiliki keistimewaan dengan karakteristik ini, seorang mukmin
tidak dapat dibedakan lagi dari manusia kebanyakan yang terkena fitnah
dunia.
Apalagi seorang dai. Jika orang banyak mengatakan dia ”sama saja”, tentu nilai-nilai yang didakwahinya tidak akan membekas ke dalam hati orang-orang yang didakwahinya. Dakwahnya layu sebelum berkembang. Karena itu, setiap mukmin, terutama para dai, harus menjadikan zuhud sebagai perhiasan jati dirinya. Rasulullah saw. bersabda,”Zuhudlah terhadap apa yang ada di dunia, maka Allah akan mencintaimu. Dan zuhudlah terhadap apa yang ada di sisi manusia, maka manusia pun akan mencintaimu” (HR Ibnu Majah, tabrani, Ibnu Hibban dan Al-Hakim).
Apalagi seorang dai. Jika orang banyak mengatakan dia ”sama saja”, tentu nilai-nilai yang didakwahinya tidak akan membekas ke dalam hati orang-orang yang didakwahinya. Dakwahnya layu sebelum berkembang. Karena itu, setiap mukmin, terutama para dai, harus menjadikan zuhud sebagai perhiasan jati dirinya. Rasulullah saw. bersabda,”Zuhudlah terhadap apa yang ada di dunia, maka Allah akan mencintaimu. Dan zuhudlah terhadap apa yang ada di sisi manusia, maka manusia pun akan mencintaimu” (HR Ibnu Majah, tabrani, Ibnu Hibban dan Al-Hakim).
16 Oktober 2012
Seputar Ananiyah, Ghadab, Hasad, Ghibah
Ananiyah
Ananiyah berasal dari kata ana artinya ‘aku’, Ananiyah berarti
‘keakuan’. Sifat ananiyah ini biasa disebut egoistis yaitu sikap hidup
yang terlalu mementingkan diri sendiri bahkan jika perlu dengan
mengorbankan kepentingan orang lain. Sikap ini adalah sikap hidup yang
tercela, karena cenderung berbuat yang dapat merusak tatanan pergaulan
kehidupan bermasyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari penyakit mental ini
dapat diketahui dari sikapnya yang selalu mementingkan dan mengutamakan
kepentingan dirinya diatas segala-galanya, tanpa mengindahkan
kepentingan orang lain.
Apakah demi kepentingan dirinya akan mengorbankan orang lain. Hal ini tidak akan menjadi pertimbangannya.
Dampak Negatif Dari Sifat Ananiyah
Sifat Ananiyah akan melahirkan sifat Egosentris, artinya mengutamakan kepen-tingan dirinya diatas kepentingan segala-galanya. Mereka melihat hanya dengan sebelah mata bersikap dan mengambil tindakan hanya didorong oleh kehendak nafsu. Nafsulah yang menjadi kendali dan mendominasi seluruh tindaknnya. Standar kebenaranpun ditentukan oleh kepentingan dirinya. Hal semacam ini di larang.
Apakah demi kepentingan dirinya akan mengorbankan orang lain. Hal ini tidak akan menjadi pertimbangannya.
Dampak Negatif Dari Sifat Ananiyah
Sifat Ananiyah akan melahirkan sifat Egosentris, artinya mengutamakan kepen-tingan dirinya diatas kepentingan segala-galanya. Mereka melihat hanya dengan sebelah mata bersikap dan mengambil tindakan hanya didorong oleh kehendak nafsu. Nafsulah yang menjadi kendali dan mendominasi seluruh tindaknnya. Standar kebenaranpun ditentukan oleh kepentingan dirinya. Hal semacam ini di larang.
Langganan:
Komentar (Atom)





