11 Oktober 2008

Pengajian Dalam Rangka Isra' Mi'raj dan menyambut Bulan Suci Ramadhan

Hari kamis malam tanggal 07 Agustus 2008 Takmir Masjid Al-Mujahid telah menyelenggarakan Pengajian dalam rangka Memperingati Isra' Miraj Nabi Muhammad SAW dan juga dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1429H. Menurut Ketua Ta'mir Masjid Al-Mujahid Bp. Ustadz Ahmad Mutahid, S.Pd acara ini juga merupakan event pertama yang diselenggarakan oleh Kepengurusan Takmir baru periode 2008-2011.
Pembicara pada Pengajian ini adalah Bp. Ustadz H.M. Hatta Usman, dari Muja-muju Umbulharjo Yogyakarta. Dalam ceramahnya beliau mengungkap hikmah bersyukur kepada Allah SWT dan juga tentang hikmah Shalat yang benar.

Syukur dalam kondisi dan situasi apa pun memang berat. Tetapi itulah tantangan hidup. Dengan bersyukur orang merasa tidak ada yang salah dengan apa yang diberikan Tuhan kepada manusia. Syukur merupakan salah satu rahasia untuk melipatgandakan kekayaan.
Tetapi sebaliknya, seseorang yang tidak pandai bersyukur dan selalu mengeluh dengan apa yang diberikan oleh Allah SWT, maka dalam hidupnya tidak akan pernah bahagia dan kemungkinan besar dia akan mengalami kesulitan-kesulitan hidup yang lebih besar, termasuk bertambahnya kesulitan-kesulitan keuangan. Lalu bagaimana kita mensyukuri nikmat Tuhan? Sebenarnya, dalam shalat itu sudah merupakan bentuk perwujudan rasa syukur. Tapi sayangnya hal ini tidak disadari sebagian orang. Selain shalat, rasa syukur juga bisa kita wujudkan sehari-hari dengan perbuatan yang baik dan berbagi dengan sesamanya atas kenikmatan. Misalnya berbagi ilmu, sedekah dan lainnya.
Tentang hikmah shalat beliau juga mengupas hal-hal sebagai berikut:
SHALAT adalah Tiang Agama, cahaya keyakinan, penyembuh hati dan pemilik semua perkara. Shalat dapat mencegah kekejian dan kemungkaran, menjauhkan nafsu yang selalu mengajak kepada kejelekan dari segala kejahatan. Allah berfirman: “Sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar.
Dan mengingat Allah (Shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah lain). Dan Allah mengetahu apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Ankabut: 45) Selain itu, orang shalat bisa diibaratkan orang mengenakan pakaian kumal dan badan penuh kotoran dosa dan maksiat……. Jadi Wudhu dan Shalat yang terdiri dari perkataan dan perbuatan tertentu berfungsi menghilangkan kotoran-kotoran tersebut.
Nabi Muhammad S.A.W bersabda: “Perumpamaan Shalat Lima Waktu seperti sungai jernih yang berada di depan pintu rumah salah seorang diantara kamu. Dia mandi disitu lima kali setiap hari, maka tiada kotoran yang tertinggal”. Diantara hikmat Shalat adalah Ketenangan hati, yang bisa membuat orang yang shalat tidak berkeluh kesah dikala tertimpa kesusahan, tidak kikir saat mendapat rezqi.

Keluh kesah dapat menghilangkan KESABARAN yang merupakan sebab utama KEBAHAGIAN. Begitu juga berlaku KIKIR kepada manusia dapat menimbulkan bahaya besar, yang pada akhirnya tidak percaya kepada SANG PEMBERI RIZQI, yaitu ALLAH S.W.T.
Dalam hal ini ALLAH S.W.T berfirman: “Sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah dan apabila dia mendapatkan kebaikan (rizqi) ia akan kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan Shalat, yang mereka dalam mengerjakan shalatnya dengan langgeng”(QS. Al-Ma’arij: 19-23)

Jadi shalat bisa menciptakan nilai terpuji, antara lain :
a. Shalat diwajibkan sebagai rasa syukur terhadap nikmatnya yang telah kita terima dan rasakan.
b. Shalat dapat mencegah dari perbuatan sombong dan berganti dengan sifat tawadhu’, sebab didalam shalat orang telah menampakkan ketinggian Tuhannya dan kehinaan diri sendiri.
c. Shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.
d. Shalat dapat menghapus dosa, kesalahan, kehinaan dan kelalaian.
Oleh: Ustadz Hatta Usman

Tidak ada komentar: