11 Oktober 2008

Pengajian Nuzulul Qur'an

Ramadhan adalah bulan yang suci, dimana kitab suci Alqur’an diturunkan ke bumi untuk pertama kali tepat pada tanggal 17 Ramadhan. Peristiwa besar tersebut diperingati sebagai Nuzulul Qur’an. Dalam menghayati makna Nuzulul Qur’an, Takmir Masjid Al-Mujahid menyelenggarakan pengajian agama pada hari Sabtu tanggal 20 Ramadhan 1429H dengan mengundang Ustazd Drs. Wajid Heryono dari Nitikan Yogyakarta sebagai penceramah.



Dalam ceramahnya beliau menyampaikan bahwa dalam mengemban tugas kerasulannya, Nabi Muhammad SAW telah mengalami banyak hambatan, gangguan dan bahkan ancaman, terutama dari penentangnya yaitu kaum Kafir Quraisy. Kendatipun demikian sejarah telah membuktikan bahwa, tugas untuk memperbaiki akhlak serta membawa umatnya kearah tata kehidupan yang lebih baik, mulia dan bermartabat telah dapat dilaksanakan dengan baik. Kenyataan itu sekaligus membuktikan bahwa Al Qur'an adalah satu pedoman yang tak terbantahkan, mampu membawa seluruh umat manusia menuju tata kehidupan yang lebih baik dan diridhoi Allah SWT.




Selanjutnya beliau juga menyampaikan bahwa isi yang terkandung dalam Al Qur’an itu benar dan kita sebagai orang beriman harus mengakui kebenarannya. Banyak bukti kebenaran Al Qur’an antara lain, bagaimana alam semesta diciptakan oleh Allah SWT.
Teori terkini proses terjadinya alam semesta yaitu adanya Big Bang (ledakan besar). Mulanya di langit ada sekelompok bintang yang nampak seperti kabut yang dinamakan nebula, lalu ada pemisahan kedua yang membentuk galaksi, lebih jauh terjadi pemisahan menjadi tata surya yang melahirkan matahari, sejumlah planet, bulan dan bumi. Allah telah menjelaskan hal ini dalam Surah Al Anbiyaa', yang artinya:
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwa sesungguhnya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?.” (Qs.Al Anbiyaa':30).
Ayat ini bicara tentang Teori Big Bang, bayangkan, apa yang kita temukan masa kini, Al-Qur’an telah menyebutkannya lebih dari 1400 tahun yang lalu.


Bukti lain tentang mukjizat dan kebenaran Al Qur’an adalah terbelahnya bulan menjadi dua. Ini dikisahkan Nabi Muhammad sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah Munawarah. Orang-orang musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (dengan nada mengejek dan mengolok-olok). Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan?” Mereka menjawab, “Coba belah bulan…” Rasulullah pun berdiri dan terdiam, berdoa kepada Allah agar menolongnya. Lalu Allah memberitahu Muhammad saw agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan itu dengan sebenar-benarnya. Serta merta orang-orang musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!” Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar).
Oleh karena itu, Allah menurunkan firmanNya dalam Surah Al-Qamar, yang artinya:
Telah dekat datangnya saat itu dan Telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus". Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya. (QS. Al Qamar: 1-3)


Dari bukti-bukti kebenaran Al Qur’an tersebut, maka kewajiban kita sebagai muslim yang beriman adalah sebagai berikut:
1. Kita mengimaninya, karena Al Qur’an sebagai satu-satunya wahyu yang bersumber langsung dari Allah SWT dan diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat semesta alam dan pegangan hidup semua makhluk dimuka bumi ini.
2. Kita membacanya. Sudahkah kita membaca Al-Qur’an dalam setiap hari-hari kita?. Alhamdulillah semoga kita semua bisa istiqomah dalam kebaikan ini, jika belum, mari jangan tunda-tunda lagi.
3. Kita memahaminya. Sudahkah kita berusaha memahami apa yang sudah kita baca dari ayat-ayat Al Qur’an tersebut?. Sungguh begitu nikmatnya apabila kita memahami ayat-ayat Allah SWT, karena didalamnya terkandung peringatan dan kabar gembira yang dijanjikan.
4. Kita mengamalkannya. Sudahkah kita mengamalkan setiap ayat-ayat Al Qur’an yang telah kita baca dan dengar tersebut. Mari kita amalkan dari hal-hal yang terkecil, dan semoga kita tidak termasuk kaum yang membangkang, sudah tau tapi merasa tidak mengetahui.
5. Kita mengajarkannya. Sebaik-baik dari kita adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan juga mengajarkannya. Maka sudahkahkah kita mengajarkannya [menyampaikan, memberitahu dan menjelaskannya] kepada saudara-saudara kita yang lain. Sampaikanlah walaupun hanya satu ayat.


Kutipan bebas dari Ceramah Nuzulul Qur'an 20 Ramadhan 1429H di Masjid Al-Mujahid.
Disampaikan oleh: Ustadz Drs. Wajid Heryono

Tidak ada komentar: